SD NEGERI 7 MUNTOK

Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

#SEDASEVEN #CREN

Sejarah dan Hari lahir Kota Muntok yang ke 285, 7 September 1734 - 7 September 2019

Senin, 09 September 2019 ~ Oleh Yayan Setiady ~ Dilihat 1559 Kali

SEJARAH merupakan penghubung kehidupan masa lalu, masa kini dan masa depan. Sejarah memiliki banyak objek, mulai dari pelaku sejarah sendiri, sampai dengan berbagai benda yang ada di sekitarnya, seperti bangunan, mobil, lukisan, termasuk pula gelas dan piring yang pernah digunakan oleh sang tokoh sejarah.

Di beberapa negara di dunia, sejarah tidak hanya menjadi kutipan dalam buku sejarah atau sekedar menjadi catatan anak sekolah, tetapi lebih dari itu. Cerita sejarah yang terlihat abstrak dapat didiskripsikan menjadi hidup, sehingga kita dapat terbawa ke ratusan tahun yang lalu. Begitu pula dengan objek sejarah berupa bangunan kuno, tentu lebih mudah menghidupkan dimensi masa lalunya.


Kota Muntok berdiri pada tanggal 7 September 1734 Masehi. Pertimbangan ini didasarkan pada perintah Sultan Mahmud Badaruddin I kepada Wan Akup pada September tahun 1734 untuk membangun 7 (tujuh) bubung rumah di daratan sebuah tanjung yang terletak di kaki Menumbing dengan nama Muntok. Tujuh bubung rumah sekaligus ditetapkan sebagai tanggal hari jadi Kota Muntok.

Fakta Sebagai Dasar Penetapan :


* Prasasti Kota Kapur tahun 686.

* Pengangkatan Kepala Kampung Ponggor di kaki Bukit Menumbing oleh Mahapatih Gadjah Mada yang diketahui pada tahun 1377.

* Peristiwa penyerangan Sultan Mahmud Badaruddin untuk merebut kembali Palembang saat singgah di Muntok pada tahun 1721. * Keempat, masa Sultan Mahmud Badaruddin memerintahkan Wan Akup untuk membuka Kota Muntok pada tahun 17241756.

* Pada akhir September 1733, saat itu Sultan Mahmud Badaruddin I mengangkat Wan Akup sebagai penguasa Muntok dan pengatur penambangan timah di Pulau Bangka dengan gelar Datuk Manteri Setiya Agama. 

Sebagai ibukota Kabupaten Bangka Barat, Muntok merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah dengan peninggalan bangunan – bangunan kuno. Berkenaan dengan itu kota Muntok ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata sejarah dalam Rencana Induk Pariwisata Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini ditegaskan dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.13/PW.007/MKP/2010 tentang Penetapan Pesanggrahan Menumbing, Pesanggrahan Muntok, Masjid Jami’. Kelenteng Kung Fuk Miau, Rumah Mayor Cina, dan eks Kantor Wilasi Timah Jaman Belanda di Muntok sebagai benda cagar budaya,situs atau kawasan cagar budaya.

Dengan bukti peninggalan – peninggalan sejarah yang ada, tidak berlebihan rasanya jika menyebut Muntok sebagai salah satu kota sejarah yang ada di Indonesia. Kota yang mencanangkan diri menjadi Kota Pusaka ini sedang mengembangkan diri menjadi daerah tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara. Kota yang juga berjuluk Kota Seribu Kue ini sekarang terus berbenah diri, berdandan dan bersolek agar terlihat cantik dan molek.

Di usia ke 285 ini, mari kita bersama sebagai seluruh lapisan masyarakat kota Muntok untuk menjaga,melestarikan,berbbenah diri agar kota kebanggaan kita,Muntok menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

Disadur dari berbagai sumber

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT