SD NEGERI 7 MUNTOK

Jln. Jendral Sudirman, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat Kep. Bangka Belitung

sdn7muntok.sch.id

Kemitraan Sekolah dengan keluarga dan masyarakat

Sabtu, 06 Oktober 2018 ~ Oleh Yayan Setiady ~ Dilihat 1432 Kali

A. Latar Belakang


Orang tua adalah pendidik utama dan terpenting, namun juga yang paling tak tersiapkan. Pasalnya, mereka harus mencari sendiri informasi dan pengetahuan tentang bagaimana menumbuhkan dan mendukung pendidikan anak-anak mereka dalam kondisi positif. Selama ini, jika berbicara pendidikan maka fokus pembicaraan hanya kerap jatuh kepada siswa dan guru. Sementara orangtua seperti diabaikan dalam pendidikan. Padahal, orang tua memiliki peran sangat besar dalam pendidikan anak. Keberhasilan pendidikan anak bergantung kepada keterlibatan keluarga. Banyak penelitian menunjukan bahwa keterlibatan orang tua di sekolah
bermanfaat, antara lain: (1) bagi peserta didik mendukung prestasi akademik, meningkatkan kehadiran, kesadaran terhadap kehidupan yang sehat, dan meningkatkan perilaku positif; (2) bagi orang tua memperbaiki pandangan terhadap sekolah, meningkatkan kepuasan terhadap guru, dan mempererat hubungan dengan anak; dan (3) bagi sekolah memperbaiki iklim sekolah, meningkatkan kualitas sekolah, dan mengurangi masalah kedisiplinan. Sekolah tidak dapat memberikan semua kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya, sehingga diperlukan keterlibatan bermakna dari orangtua/keluarga dan anggota masyarakat. Anak-anak belajar dengan lebih baik jika lingkungan sekitarnya mendukung, yakni orang tua, guru, dan anggota keluarga lainnya serta masyarakat sekitar. Artinya, sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan “tri sentra pendidikan” yang sangat penting untuk dapat menjamin pertumbuhan anak secara optimal. Untuk itu, perlu dibangun kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

B. Tujuan Program Kemitraan


Tujuan Umum
Program kemitraan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

Tujuan Khusus
Secara khusus, berikut ini tujuan program kemitraan satuan pendidikan
dengan keluarga dan masyarakat untuk:
• menguatkan jalinan kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung lingkungan belajar yang dapat mengembangkan potensi anak secara utuh;
• meningkatkan keterlibatan orang tua/wali dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak di rumah dan di sekolah; dan
• meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung program pendidikan di sekolah dan di masyarakat.

C. Model Kemitraan

Kemitraan dibangun di atas dasar kebutuhan anak sehingga orang tua/wali dan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan sekolah. Model kemitraan melibatkan jejaring yang luas dan melibatkan peserta didik, orang tua, guru, tenaga kependidikan, masyarakat, kalangan pengusaha, dan organisasi mitra di bidang pendidikan.Selain itu, pihak sekolah membangun kapasitas warganya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pendidikan keluarga serta berbagi pengetahuan dengan orang tua terkait dengan pola pengasuhan anak. Keluarga atau orang tua diharapkan membantu dan mendukung anak melalui bimbingan, arahan, motivasi, dan tindakan mendidik lainnya yang selaras dengan program pendidikan yang dilaksanakan pihak sekolah, misalnya ketika sekolah mengajarkan agar anak selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, di rumah juga diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Masyarakat sesuai kapasitasnya dapat mendukung program pendidikan keluarga di sekolah melalui berbagai cara misalnya salah satu tokoh masyarakat menjadi narasumber dalam kegiatan kelas orang tua/wali, menjadi guru model, atau menjadi konsultan bagi pihak sekolah. Pemberdayaan, pendayagunaan, dan kolaborasi tri sentra pendidikan tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga bisa menjamin tumbuh kembang fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.

D. Prinsip Kemitraan


Kemitraan antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat dirancang agar terbentuk ekosistem pendidikan yang dapat mendorong tumbuhnya karakter dan budaya prestasi semua warga sekolah. Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka kemitraan dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip berikut.
1. Kesamaan Hak, Kesejajaran, dan Saling Menghargai.
Kemitraan antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat dapat terjalin secara dinamis dan harmonis apabila semua unsur yang terlibat memiliki kesamaan hak, kesejajaran, dan saling menghargai sesuai dengan peran dan fungsinya. Prinsip ini akan mendorong peran aktif dan sukarela dari semua pihak untuk terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kemitraan.
2. Semangat Gotong-Royong dan Kebersamaan.
Kemitraan dibangun atas dasar semangat gotong royong dan kebersamaan. Prinsip ini akan terjadi apabila semua pihak merasakan ada kebutuhan dan kepentingan yang sama terkait dengan pendidikan anak atau peserta didik. Prinsip ini akan menumbuhkankan keinginan
dari semua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang dapat memberi pengalaman belajar yang kaya kepada peserta didik.
3. Saling Melengkapi dan Memperkuat.
Pihak sekolah tidak mungkin mampu melayani semua kebutuhan belajar peserta didiknya dengan segala keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Untuk itu, perlu dijalin kemitraan dengan orang tua dan masyarakat sehingga tercipta tri sentra pendidikan yang saling melengkapi dan memperkuat sesuai perannya masing-masing.
4. Saling Asah, Saling Asih, dan Saling Asuh.
Prinsip saling asah, saling asih, dan saling asuh diharapkan dapat mewujudkan terjadinya proses berbagi pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan nilai/norma antara satu dengan lainnya. Serta terjadi proses saling membelajarkan antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat dilandasi oleh rasa cinta dan kasih sayang dalam rangka menciptakan ekosistem pendidikan yang baik bagi peserta didik.


E. Bentuk Kemitraan


Bentuk-bentuk kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Penguatan Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah bertujuan untuk mendapat informasi dan masukan tentang perkembangan peserta didik, baik dari keluarga kepada sekolah maupun sebaliknya. Komunikasi sekolah dengan keluarga dan masyarakat dapat dilakukan dalam beragam bentuk dan media. Misalnya informasi yang dituliskan rutin melalui buku penghubung, pertemuan rutin wali kelas dengan orang tua/wali, komunikasi dalam wadah paguyuban orang tua per kelas, komunikasi melalui media komunikasi seperti melalui pesan singkat (SMS), dan lain-lain yang sesuai.
2. Pendidikan bagi orang tua
Bentuk kemitraan ini ingin membantu orang tua/wali dalam membangun kesadaran akan pendidikan anak, termasuk di antaranya adalah dengan mengembangkan lingkungan belajar di rumah yang kondusif (aman, nyaman dan menyenangkan). Pendidikan orang tua ini bisa berupa kelas orang tua/wali yang dilakukan rutin oleh sekolah atau masyarakat (komite sekolah, organisasi mitra dan komponen masyarakat lain).
Kelas ini diharapkan dapat membantu orang tua/wali untuk:
a. memperoleh pemahaman yang benar tentang kondisi anak dan upaya-upaya yang dapat dilakukan;
b. meningkatkan peran positif dan tanggung jawab sebagai orang tua/wali dalam mengatasi permasalahan anak; dan
c. meningkatkan kerjasama yang lebih harmonis antara orang tua/ wali dan sekolah dalam membantu permasalahan anak.
3. Kegiatan Sukarela
Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi masing-masing pihak dalam mendukung dan membantu kemajuan pendidikan anak.
4. Belajar di Rumah
Sekolah mengkomunikasikan orang tua/wali mengenai materi yang sebaiknya diperkaya dan diperdalam kembali di rumah.

5. Kolaborasi dengan Masyarakat
Kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan anak. Masyarakat dalam hal ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, ahli pendidikan atau lainnya, pengusaha, professional, dan lembaga yang relevan baik bagi sekolah maupun bagi peserta didik.

 

Pengorganisasian Program Kemitraan

  1. Paguyuban Orang Tua/Wali di Tingkat Kelas
    Paguyuban orang tua/wali di tingkat kelas dibentuk agar semua orang tua/wali peserta didik dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemitraan. Melalui media paguyuban ini pihak sekolah berfungsi sebagai inisiator, fasilitator, dan pengendali kemitraan untuk dapat:
    a. mensosialisasikan program dan kegiatan kemitraan kepada semua orang tua/wali sehingga mereka dapat memahaminya dan tergugah untuk berpartispasi aktif;
    b. mengidentifikasi orang tua/wali mana yang aktif dan tidak dengan berbagai alasannya, sehingga dapat mendiskusikan dengan orang tua/wali lain yang aktif untuk mencari solusinya;
    c. memulai program dan kegiatan kemitraan dan berkomunikasi dengan orang tua/wali tentang perkembangan peserta didik;
    d. membangun komunikasi agar terjadi keselarasan dalam pola pendidik, pengasuhan, pengarahan, motivasi antara sekolah dengan keluarga/orang tua/wali; dan
    e. mendiskusikan untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam belajar, baik pihak sekolah maupun orang tua/wali.
  2. Membentuk Jaringan Komunikasi dan Informasi
    Komunikasi dan informasi merupakan kunci keberhasilan dalam menjalin kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dirancang media-media yang dapat dimanfaatkan sebagai jaringan komunikasi antara ketiga pihak tersebut. Media komunikasi dan informasi yang perlu dibentuk diantaranya:
    a. Dokumen RAPK;
    b. Buku penghubung antara pihak sekolah dengan orang tua/wali;
    c. Pertemuan tatap muka antara pihak sekolah dengan orang tua/wali;
    1) Pertemuan yang melibatkan semua orang tua/wali, jika ada informasi yang perlu diketahui oleh semua orang tua/wali.
    2) Pertemuan antara guru/wali kelas atau Kepala Sekolah dengan orang tua tertentu, jika ada permasalahan khusus menyangkut seorang peserta didik.
    d. Surat menyurat dan/atau surat edaran;
    e. Leaflet, booklet, banner, dan lainnya; dan
    f. Media sosial: facebook, pesan singkat (SMS), Whatsapp, Twitter, laman, dan lainnya

Pelaksanaan Program Kemitraan
Pelaksanaan program kemitraan merupakan proses menjalankan kegiatan yang telah diprogramkan dan diorganisasikan. Berikut adalah rangkaian pelaksanaan program kemitraan tri sentra pendidikan yang dilakukan di sekolah.
1. Pengembangan Kapasitas Warga Sekolah
Hal terpenting dalam membangun kemitraan antara sekolah, orang tua/ wali, dan masyarakat agar dapat berjalan dengan baik dan benar adalah pemahaman semua warga sekolah tentang hakikat kemitraan yang meliputi tujuannya, program/kegiatan, dan dampak yang diharapkan sebagai muara akhir dari kemitraan tersebut, yaitu terciptanya ekosistem pendidikan yang dapat membangun karakter dan budaya berprestasi bagi semua warga sekolah khususnya peserta didik. Pengembangan kapasitas warga sekolah tentang kemitraan antara sekolah, orang tua/wali dan masyarakat diantaranya
a. Diskusi membahas tentang hakikat kemitraan tri sentra pendidikan yang melibatkan narasumber ahli;
b. Pelibatan semua komponen warga sekolah dalam penyusunan RAPK; dan
c. Sosialisasi tentang kemitraan di lingkungan warga sekolah.
2. Pertemuan Wali Kelas dengan Orang Tua/Wali
Wali kelas berperan penting dalam menjalin kemitraan dengan orang tua/wali murid. Pertemuan wali kelas dengan orang tua/wali murid dilaksanakan minimal 2 kali per semester atau 4 kali dalam 1 tahun ajaran, yakni: (1) pada hari pertama masuk sekolah di bulan Juli; (2) menjelang ujian tengah semester 1 di bulan September; (3) Menjelang ujian tengah semester 2 di bulan Maret; dan (4) setelah ujian akhir semester di bulan Juni.

3. Kelas Orang Tua/Wali
a. Kelas orang tua adalah wadah bagi orang tua/wali baik orang tua/wali per kelas maupun satu sekolah untuk menambah pengetahuan atau ketrampilan mendidik anak. Kelas orang tua/ wali dilaksanakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun.
b. Pada pertemuan pertama membahas tentang pengasuhan positif dan pada pertemuan kedua membahas tentang mendidik anak di era digital.
c. Pada pertemuan selanjutnya, tema dan teknis pelaksanaan dapat disepakati bersama orang tua/wali, sedangkan narasumbernya dapat berasal dari orang tua/wali atau narasumber lain sesuai kesepakatan.
d. Pertemuan ini diharapkan dapat dihadiri oleh seluruh orang tua/wali.
e. Tema-tema pendidikan keorang tuaan dapat dilihat di laman sahabat keluarga (http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id)
f. Kegiatan pendidikan keorang tua/walian dapat dilakukan dalam bentuk seminar, arisan, diskusi mengenai pendidikan orang tua/ wali, dan lain-lain yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan yang bersangkutan.
4. Pelibatan Orang Tua/Wali Sebagai Motivator/Inspirator bagi Peserta Didik
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong orang tua/wali yang terpilih untuk hadir memberikan motivasi/inspirasi kepada peserta didik. Orang tua/wali yang terpilih diharapkan berbagi cerita yang dapat menumbuhkan cita peserta didik.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka pintu interaksi positif antara orang tua/wali terpilih dengan peserta didik. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kesadaran para orang tua/wali akan peran sentral nya dalam pendidikan anak. Kegiatan ini dapat dijadwalkan pada waktu yang strategis, seperti pada upacara bendera atau pada waktu yang telah disepakati bersama. Jadwal kegiatan ini dapat disepakati bersama diantara pihak sekolah dan orang tua/wali. Kegiatan ini dapat dijadwalkan sebulan satu kali.
5. Pentas Kelas Akhir Tahun
Pentas akhir tahun merupakan ajang unjuk kreativitas peserta didik yang dilaksanakan di akhir tahun ajaran sekolah. Pentas akhir tahun ini dirancang dan dilaksanakan oleh paguyuban orang tua/wali baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah. Kegiatan dilakukan baik sebelum maupun pada saat pembagian rapor peserta didik.
Tujuan dari pentas akhir tahun adalah (1) untuk menggembirakan
anak setelah mereka selesai ujian; (2) menjadi ajang untuk memberikan apresiasi atas prestasi non-akademik anak, misalnya: peserta didik yang memiliki tingkat kehadiran terbaik, berpakaian paling rapih, menjadi ketua kelas atau pengurus organisasi sekolah
lainnya. (untuk mendukung penumbuhan karakter anak); (3) memberikan penghargaan kepada orang tua/wali yang berperan aktif sebagai penggerak dalam kegiatan di sekolah; dan (4) memberikan penghargaan atas kiat hebat orang tua/wali dalam mendukung kemajuan belajar anaknya di rumah.
6. Kegiatan dan/atau Pelibatan Orang tua/Wali Lainnya
Keterlibatan orang tua/wali adalah kegiatan yang melibatkan orang tua/wali untuk mengamati kegiatan anak sekaligus membantu pendidik dalam proses pembelajaran di kelompok/kelas. Jenis kegiatan dalam keterlibatan orang tua/wali antara lain:
a. Melibatkan orang tua/wali untuk ikut serta dalam kegiatan pembelajaran,
b. Melibatkan orang tua/wali untuk memantau pembelajaran;
c. Keterlibatan orang tua/wali dalam program sukarela;
d. Keterlibatan dalam program belajar dirumah.

Pada akhirnya, dengan menerapkan pendidikan keluarga di sekolah, berbagai permasalahan tentang anak diharapkan dapat difasilitasi dan dipecahkan dengan baik melalui keterlibatan semua unsur. Hal ini dapat mendorong orang tua dan masyarakat untuk lebih terlibat dalam pendidikan yang baik bagi anak.

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

SAPTA MRIASRI,SH

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatuh   Di era globalisasi, di zaman serba canggih, arus informasi dari berbagai belahan bumi tak terbendung…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini sudah memberikan informasi yang lengkap ?

LIHAT HASIL

TOTAL PENGUNJUNG

Pengunjung hari ini : 192
Total pengunjung : 70581

Hits hari ini : 309
Total hits : 123332

Pengunjung Online : 3